The comet Hale-Bopp was imaged when its orbit brought it close to the Sun in 1997

Benda Lain dalam Tata Surya part 2

Posted on

Small solar system bodies – IAU menentukan planet dan planet Dwarf, dan mereka harus megidentifikasikan yang tersisa. Pada tahun 1800, penamaan diberikan ke jenis planetesimal bersifat batuan diantara Mars dan Jupiter – sabuk asteroid. Objek yang dekat dengan orit Neptunus disebut Neptunian objects (TNOs), benda Kuiper belt (KBOs), komet, dan anggota awan Oort. Tetapi akan diberi nama apa kumpulan benda ini? IAU menyebutnya small solar system bodies.

1. Asteroid

Ada ribuan asteroid yang mengorbit matahari diantara Mars dan Jupiter. Asteroid bersifat seperti batu yang diameternya bermacam-macam dam berbintik, dan permukaan yang tidka teratur. Beberapa asteroid memilki satelit, seperti asteroid Ida, ditunjukkan pada Gambar di bawah ini. Para astronom mengestimasi massa total dari asteroid dalam sistem tata surya sekitar 0,08 persen massa Bumi.

Asteroid Ida and its tiny moon, Dactyl, are shown in this image gathered by the Galileo spacecraft

Saat dalam orbit asteroid, asteroid terkadang tabrakan dan pecah menjadi beberapa fragmen. Ketika  bagian asteroid, atau beberapa material planet lainnya, emmasuki atmosfer Bumi disebut dengan meteoroid. Saat sebuah meteor melewati atmosfer, terpanasi oleg gesekan dan terbakar, menghasilkan cahaya yang disebut dengan meteor. Jika mteoroid tidak terbakar habis dan sebagian menabrak Bumi maka disebut meteorit. Ketika meteorit yang besar menabrak Bumi, menghaislkan dampak berupa kawah.

2. Sabuk Asteroid

Seperti sabuk asteroid yang bersifat batuan, benda dalam sisitem tata surya kecil lainnya yang tersusun atas batuan dan es yang terletak di luar orbit Neptunus yakni sabuk Kuiper (KI pur). Sebgaian besar benda ini tersusun pada daerah dengan rentang —30 sampai 50 satuan astronomi dari matahari (ingat 1 astronomi itu jarak dari Bumi ke Matahari)— benda ini bukanlah sebuah komet. Komet sendiri datang dari batas sistem tata surya yang paling jauh, yakni awan Oort, ditunjukkan pada gambar di bawah ini

The Kuiper belt appears as the outermost limit of the planetary disk. The Oort cloud surrounds the Sun, echoing its solar sphere
  1. Komet

Merupakan benda kecil dan berupa es yang orbitnya memiliki eksentrisitas tinggi (sangat lonjong) terhadap matahari. Dengan rentang diameter 1 sampa 10 km, sebagian besar orbit komet merupakan perluasan dari sabuk Kuiper yang mencapai 100000 satuan astronomi dari matahari. Bagian terluar dari daerah ini dikenal dengan awan Oort dan mengembang dalam bentuk bola mengelilingi matahari. Terkadang komet terganggu dengan gravitasi benda lainnya dan terlempar ke dalam sistem tata surya di dalam.

– Struktur Komet  

Ketika komet berada pada jarak 3 satuan astronomis terhadap matahari, komet mulai menguap. Komet membentuk kepala dan satu atu beberapa ekor. Kepala komet dikelilingi oleh gas yang berpendar, dan kepalanya memiliki inti padatan yang kecil. Ekornya terbuat dari gas dan debu yang terdorong keluar dari komet oleh partikel dan radiasi matahari. Inilah mengapa ekor komet selalu menjauhi matahari, seperti pada gambar di bawah ini.

A comet’s tail always points away from the Sun and is driven by a stream of particles and radiation.

– komet yang datang secara periodik

Komet yang kebali secara berulang ke dalam tata surya dikenal sebagai komet yang datang periodik. Salah satu contohnya komet Halley, yang mana memilki periode 76-tahun — terlahir terlihat pada tahun 1985, dan diharapkan akan muncul lagi pada tahun 2061. Setiap kali komet periodik datang mendekati matahari, komet kehilangan zat penyusunnya, meninggalkan jejak partikel. Ketika planet Bumi melewati jejak partikel komet tersebut, dan partikel tersebut masuk ke atmosfer bumi dan terbakar menghasilkan cahaya terang disebut dengan hujan meteor (meteor shower). Pada kenyatannya, sebagian ebsar meteor disebabkan oleh partikel debu dari komet. perhatikan gamabr di bawah ini.

The comet Hale-Bopp was imaged when its orbit brought it close to the Sun in 1997

 

Daftar Pustaka

Borrero, F., Hess, F. S., Kunsze, J. H. G., Leslie, S. A., Manga, S. L. M., Sharp, L., Snow, T., & Zike, D. 2008. Earth Science: Geology, The Environment, and The Universe. Columbus: McGraw-Hill

Retna Kusuma Astuti
Hello,,,I am a woman who like writing and cooking. i am a mother and a wife from beloved ones in my life. for elongate my passion, i write this learning material for you all. Happy Learning!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *