Recent findings of objects beyond Pluto, in a vast disk called the Kuiper belt, have forced scientists to rethink what features define a planet.

Benda Lain dalam Tata Surya Part 1

Posted on

Benda lain dalam Tata Surya bagian 1 – batuan, debu dan es menyusun lebih kurang 2 persen sistem tata surya. Perhatikan analogi berikut. Radio mungkin menjadi sumber musik kalian sampai music player secara digital tersedia. Mirip dengan perbaikan teknologi yang membawa perubahan pada tingkatan Pluto sebagai planet ketika para astronom menemukan banyak benda-benda lain yang mirip dengan kharakteristik dengan Pluto, yan menjadikan Pluto ‘didepak’ dari urutan planet sistem tata surya.

1. Planet Dwarf

Pada awal tahun 2000, para astronom mulai mendeteksi benda di wilayah dekat planet Pluto, sekitar 40 satuan astronomi dari matahari, disebut dengan Kuiper belt. Kemudian pada tahun 2003, satu objek, dikenal dengan Eris, ditemukan dan terlihat seukuran dengan Pluto. Pada waktu itu, komunitas ilmuwan mulai memikirkan status planet Pluto dan benda-benda lain dalam tata surya.

– Ceres

Pada tahun 1801, Giuseppe Piazzi menemukan objek besar di orbit diantara Mars dan Jupiter. Para ilmuwan telah memprediksi bahwa ada planet di daerah tersebut. Ceres ditunjukan pada gambar di bawah ini.

imaged from the Hubble Space Telescope, the newly
described dwarf planet, Ceres, is the
largest body in the asteroid belt

Ceres sangat kecil seklai untuk ukuran olanet. Pada abad berikutnya, objek lain di temukan di daerah yang sama, sehingga Ceres tidak lagi dipikir sebagai planet, tetapi karena lebih besar daripada Asteroid yang mana disebut dengan asteroid belt.

– Pluto

Since ditemukan oleh Clyde Tombaugh pada tahun 1930, Pluto telah menjadi planet yang tidak biasa, bagaimana bisa? Planet ini tidak masuk ke planet terrestrial atau planet gas; terbuat dari batuan dan es. Tidak memiliki orbit yang melingkar; orbitnya memanjang, ellips dan memotong orbit Neptunus, dan planet ini lebih ekcil daripada bulannya Bumi. Pluto lebih banyak mirip dengan objek di luar orbit Neptunus.

– berapa banyaknya?

Dengan ditemukannya benda seukruan dan lebih ebsar daripada ukuran Pluto, International Astronomical Union (IAU) mengalami delima. Haruskah Eris diberi nama planet ke sepuluh? Atau haruskah ada perubahan klasifikasi untuk obejk baru ini? Saat ini, jawabnnya adalah ada perubahan. Pluto, Eris, dan Ceres telah ditempatkan pada klasifikasi baru dalam objek luar angkasa yang disebut dengan planet dwarf. IAU telah menentukan planet dwarf sebagai objek karena gravitasi yang dimilikinya, bentuknya yang bola, mengorbit matahari, bukan satelit. Untuk saat ini, IAU telah membatasi klasifikasi ini hanya pada Pluto, Eris, dan Ceres, tetapi masih ada 12 objek lain yang belum dilasifikasikan, ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Recent findings of objects beyond Pluto, in a vast disk called the Kuiper belt, have forced
scientists to rethink what features define a planet.

 

Daftar Pustaka

Borrero, F., Hess, F. S., Kunsze, J. H. G., Leslie, S. A., Manga, S. L. M., Sharp, L., Snow, T., & Zike, D. 2008. Earth Science: Geology, The Environment, and The Universe. Columbus: McGraw-Hill

Retna Kusuma Astuti
Hello,,,I am a woman who like writing and cooking. i am a mother and a wife from beloved ones in my life. for elongate my passion, i write this learning material for you all. Happy Learning!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *