Jupiter’s cloud bands contain the Great Red Spot.

Planet Luar (The Outer Planets)

Posted on

Planet luar (The Outer Planets) – Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus memiliki massa yang besar, densitas rendah, memiliki banyak satelit dan bercincin. Seperti halnya planet dalam yang seperti sebuah keluarga yang memilki banyak kesamaan karakteristik secara fisis, planet luar pun demikian.

Planet Raksasa Berupa Gas

Jupiter, Saturnus, Uranus, and Neptunus dikenal sebagai planet raksasa gas (the gas giants). Planet gas raksasa ukurannya sangat besar, dalam rentang 15 sampai 300 kali massa bumi, dan sekitar 4 sampai 10 kali diameter bumi. Interiornya berupa gas atau cairan, dimungkinkan juga memiliki inti padat yang kecil. Planet-planet ini terbentuk yang pertamakali dari unsur yang paling ringan seperti Hidrogen, Helium, Nitrogen dan Oksigen. Permukaan planet ini sangat dingin. Planet ini juga memiliki banyak satelit dan juga sistem cincin.

1. Jupiter

Jupiter merupakan planet yang terbesar, dengan diameter sepersepuluh diameter matahari atau sebelas kali diameter bumi. Massa Jupiter merupakan 70 persen dari sistem planet di tata surya. Jupiter terlihat terang karena albedo-nya 0,52. Dengan menggunakan teleskop memperlihatkan penampakan  pola atmosfer. Awan yang menyelimuti Jupiter berupa badai yang telah menelimuti lebih dari tiga ratus tahun. Diperlihatkan pada gambar di bawah ini

Jupiter’s cloud bands contain the Great Red Spot.

– Cincin

Pesawat luar angkasa Galileo menyelidiki Jupiter dan satelitnya selama misi lima tahun pada tahun 1990. Dalam penyelidikan menghasilkan dua cincin yang tipis di sekitar planet, sebagai tambahan cincin dengan keliling 6400-km telah dijelajahi oleh pesawat Voyager 1. Bagian sistem cincin tipis ditunjukkan oleh gambar di bawah ini:

The planet is circled by three faint rings that are probably composed of dust particles.

– Atmosfer dan interior planet

Jupiter memiliki densitas 1,326 g/m3, yang mana ini menunjukkan rendah ukurannya, karena tersusun sebagian besar oleh Hidrogen dan Helium dalam bentuk gas dan cairan. Di bawah hidrogen cair berupa lapisan berupa hidrogen logam cair, bentuk hidrogen seperti ini memiliki sifat cair dan logam, yang mana muncul hanya jika dalam ekadaan tekanan tinggi. arus lsitrik ada dalam lapisan hidrogen logam cair ini dan mengahsilkan medan magnet Jupiter. Menurut model, Jupiter mungkin memiliki inti seukuran dengan inti bumi dan terisi unsur yang lebih berat.

– Rotasi

Jupiter berotasi dengan sangat cepat untuk ukuran seperti itu, jupoter berputar terhadap sumbunya kurnag lebih 10 jam, menjadikan memiliki sehari yang paling cepat di sistem tata surya. Rotasi yang cepat ini mengubah bentuk planet sehingga diameter di ekuator planet lebih besar 7 persen daripada diameter di kutub.  Rotasi jupiter yang sangat cepat menyebabkan awan di sana mengalir sangat cepat, membentuk gumpalan warna  gelap dan terang yang disbeut dengan sabuk (belts) dan zones. Belts adalah awan yang rendah, hangat dan berwarna gelap dan mengambang, dan zones adalah awan yang dingin, terang dan lebih tinggi.

– satelit

Jupiter memilki lebih dari 60 satelit/ bulan, sebgaian besar sangat kecil sekali.  Ada empat satelit Jupiter yang paling besar, yakni Io, Europa, Ganymede, dan Callisto, disebut juga sebagai satelit Galilean satellites setelah penemuannnya. Tiga diantarannya lebih ebsar daripada bulannya bumi, dan keempat satelit tersebut tersusun atas es dan batuan. Es lebih sedikit di Io dan Europa, yang mana ditunjukkan pada Gambar di bawah ini.

Jupiter’s gravity heats Europa and Io, causing some visible effects: volcanic eruptions on Io and melting and refreezing of Europa’s icy surface causing it to be crisscrossed by cracks and water channels

Karena mereka telah diremas dan terpanasi oleh gaya gravitasi Jupiter (ingat pembahasan tentang gaya pasang) lebih besar. Pada kenyataanya Io bagian dalam hampir berupa lelehan dan mengalami erupsi gunung berapi secara tetap. Pemanasan gravitasi telah melelehkan es di Europa pada masa lalu, dan para astronom menghipotesiskan bahwa masih memiliki bawah permukaan berupa lautan air dalam bentuk cair. Celah dan saluran air menandai permukaan es Europa.

2. Saturnus

Saturnus, diperlihatkan pada gambar di bawah ini, merupakan planet terbesar kedua di sistem tata surya. Lima pesawat luar angaksa telah mengujungi Saturnus, yakni Pioneer 10, Pioneer 11, dan Voyagers 1 dan 2. Pada tahun 2004, peswat Cassini Amerika Serikat tiba di Saturnus dan mulai mengorbit planet.

Saturn’s rings are made of chunks of rock and ice that can be as small as dust particles or as large as a house. A close-up view reveals ringlets and gaps

– Atmosfer dan interrior planet

Saturn lebih kecil daripada Jupiter dan densitas rata-ratanya lebih rendah daripada densitas air. Seperti Jupiter, Saturnus berotasi dengan cepat ukun seukurannya dan memiliki sistem lapisan awan. Saturnus atmosfer sebagian besar berupa Hidrogen dan helium dengan es amonia di awan paling atas. Strktur dalam Saturnus mungkin mirip dengan Jupiter — berisi cairan, kecuali dalam inti padat. medan  magnet Saturnus 1000 kali lebih kuat daripada di Bumi dan dikendalikan oleh sumbu rotasinya. Ini merupakan medan magnet yang paling besar di antara planet lainnya.

– Cincin

Kenampakan Saturnus yang paling indah adalah cincinnya, yang mana diperlihatkan pada gambar di bawah sebelumnya, cincin Saturnus lebih besar dan lebih terang daripada planet gas raksasa lainnya. Cincin tersebut tersusun atas lembaran es yang dari ukuran partikel mikroskopik mencapai ukuran bongkahan rumah. Ada 7 cincin utama, dan setiap cincin tersusun lebih kecil, disebut dengan ringlets. Cincin terdiri atas celah yang terbuka.

Ringlets dan celah ini disebabkan oleh efek gaya gravitasi dari satelit-satelit Saturnus. Cincin tersebut tipis — ketebalan kurang dari 200 m — karena gaya rotasional menjaga orbit semua partikel tertahan pada bidang ekuator Saturnus. Partikel cincin tidak berkombiansi untuk membentuk satelit yang lebih besar karena gravitasi Saturnus mencegah partikel mendekat ke planet untuk bergabung bersama. Inilah mengapa sebagian besar bulan/ satelit dari planet gas raksasa sellau berubah menjadi cincin akibat remasan gaya graviatsinya.

– Asal mula Cincin

Sampai saat ini, para astronom berfikir bahwa partikel cincin merupakan sisa dari pembentukan planet Saturnus dan satelinya. Sekarang, banyak astronom berfikir bahwa partikel cincin merupakan runtuhan dari tabrakan asteroid dan objek lain atau dari runtuhan satelit yang hancur akibat remasan gaya gravitasi Saturnus.

– Satelit  

Saturnus memiliki lebih dari 45 satelit,termasuk yang paling besar Titan, yang aman lebih besar daripada planet Mercurius. Titan merupakan satelit planet yang unik karena memiliki atmosfer yang cukup padat terdiri atas nitrogen dan metana. Metana dapat berupa gas, cairan dan padatan pada permukaan Titan. Pada tahun 2005, Cassini mengeluarkan pesawat luar angkasa Huygens (HOY gens) ke atmosfer Titan. Cassini mendeteksi es dan uap air disemburkan dari satelit Saturnus Enceladus, yang menandakan adanya aktivitas geologi.

3. Uranus

Uranus ditemukan secara tak sengaja pada tahun 1781, ketika objek berwarna biru termaati bergerak relatif trhadap bintang. Pada tahun 1986, Voyager 2  terbang ke Uranus dan menyediakan informasi detail tentang planet, termasuk keberadaan satelit baru dan cincin. Suhu rata-rata Uranus adalah 58 K (–215°C).

– Atmosfer

Uranus merupakan planet yang empat kali lebih besar dan 15 kali lebih bermassa daripada Bumi. Memilki kenampakan warna biru, ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.

he blue color of Uranus is caused by methane in its
atmosphere, which reflects blue light

Yang mana disebabkan oleh gas metana di atmosfer Uranus. Atmosfer Uranus terdiri atas helium dan hidrogen, yang mana tak berwarna. Ada sedikit awan, dan awan tersebut tidak begitu berwarna dan tidak begitu cerah di sekitar atmosfer yang menyebabkan planet ini terlihat sedikit kenampakkannya. Struktur internalnya mirip dengan Jupiter dan Saturnus, terdiri atas cairan kecuali pada intinya. Uranus juga memilki medan magnet yang kuat.

– satelit dan cincin

Uranus memilki setidaknya 27 satelit dan memilki sistem cincin yang tipis. Cincin Uranus gelap — hampir bewarna hitam dan hampir tak terlihat. Cincin tersebut teramati hanya ketika kecerahan bintang di belakang cincin redup ketika Urnaus bergerak melalui orbitnya dan cincin menutupi sinar bintang.

– Rotasi

Sumbu rotasi Saturnus terlihat roboh sehingga kutub utaranya hampir terletak pada bidang orbit planet, seperti pada Gambar di bawah ini,

The axis or rotation of Uranus is tipped 98 degrees. This view shows its position at an equinox

Para astronom menghipotesiskan bahwa Uranus tersenggol oleh tumbukan objek masif (massa besar), seperti asteroid yang besar, pada awal mula sejarah atat surya. Setiap kutub di Uranus mengalami 42 tahun di bumi dalam kegelapan dan  42 tahun di bumi terang karena kemiringan ini.

4. Neptunus

Keberadaan planet Neptunus sudah diprediksi sebelum planet ini ditemukan, berdasarkan deviasi kecil pada gerak planet Uranus dan aplikasi hukum gravitasi universal Newton. Pada tahun 1846, Neptunus ditemukan dimana para astronom sudah memprediksinya sebelumnya. Sedikit informasi detail yang dapat diamati pada planet Neptunus dengan teleskop dari Bumi, tetapi Voyager 2 terbang ke  planet Neptunus pada tahun 1989 dan mengambil gambar atmosfernya berupa rentetan awan siperlihatkan pada Gambar di bawah ini. Neptunus merupakan planet gas raksasa yang terakhir dan mengorbit matahari mendekati 4,5 milyar km jauhnya.

Voyager 2 took the image of Neptune above  showing its cloud streaks

– Atmosfer

Neptune lebih kecil dan lebih berat daripada Uranus, tetapi jari-jarinya 4 kali lebih besar daripada Bumi. Kesamaan lainnya dengan Uranus adalah warna birunya yang disebabkan oleh metana di atmosfernya, komposisi atmosfer, suhu, medan magnet, interrior dan partiel sabuk atau cincin. Tidak seperti Uranus, Neptunus memilki awan khas dan sabuk atmosfer (cincin) dan zones mirip dengan Jupiter atau Saturnus. Pada kenyataanya, Neptunus memiliki badai yang tetap, the Great Dark Spot, mirip dengan Great Red Spot-nya Jupiter, tetapi badainya hilang pada tahun 1994.

– Satelit dan Cincin

Neptunus memiliki 13 satelit, yang paling besar bernama Triton. Triton memilki orbit berlawanan arah atau mundur, tidak seperti satelit besar dalam tata surya. Triton, ditunjukkan pada Gambar di bawah ini, memilki atmosfer yang tipis dan geyser nitrogen. Geyser disebabkan oleh gas nitrogen di bawah kutub selatan Triton, yang mana mengembang dan meletus ketika terpanasi oleh matahari. Enam cincin Neptunus tersusun atas partikel debu mikroskopik, yang tidak memantulkan cahaya dengan sangat baik, sehingga cincin Neptunus tidak terlihat dari Bumi seperti cincin Saturnus.

as well as this close-up view of Neptune’s largest moon, Triton. Dark streaks indicate the sites of nitrogen geysers

 

Daftar Pustaka

Borrero, F., Hess, F. S., Kunsze, J. H. G., Leslie, S. A., Manga, S. L. M., Sharp, L., Snow, T., & Zike, D. 2008. Earth Science: Geology, The Environment, and The Universe. Columbus: McGraw-Hill

Retna Kusuma Astuti
Hello,,,I am a woman who like writing and cooking. i am a mother and a wife from beloved ones in my life. for elongate my passion, i write this learning material for you all. Happy Learning!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *