ENERGI PEMBANGKIT LISTRIK DARI SEKAM

Posted on

Pada masa yang akan datang sekam dapat dimanfaatkan sebagai energi untuk pembangkit tenaga listrik. Di pedalaman Thailand sudah beroperasi dua pembangkit listrik model itu, setiap pembangkit menghasilkan listrik 38 megawatt (MW). Dari jumlah itu 10 MW digunakan untuk penerangan, sisanya untuk menggerakkan mesin tapioka, pabrik pulp, penggilingan padi, dan untuk menjalankan mesin pembangkit listrik itu sendiri. Penerangan listrik di negara kita baru menjangkau 43,7% dari 62.000 desa (data akhir Pelita V). Setiap tahun, dari seluruh desa itu dapat dihasilkan 44 – 46 jula ton gabah kering dengan limbahnya berupa 9-10 juta ton sekam padi.

Karena energi yang dihasilkannya kecil saja, sekam tidak akan mampu bersaing dengan pembangkit listrik semacam diesel, batubara, air terjun, atau panas bumi. Sekam, yang selama ini hanya dipakai sebagai abu gosok di dapur atau alas tidur ayam broiler dapat menjadi sumber energi alternatif untuk pedesaan. Kandungan panasnya lumayan, rata-rata sekitar 11,3 mega joule/kg sekam, sama dengan kandungan panas batubara kualitas rendah. Selain itu, kandungan unsur belerangnya rendah dan tanpa unsur N sama sekali hasil pembakaran sekam bebas dari gas belerang oksida dan nitrogen oksida yang menyebabkan hujan asam, sesuatu yang dituding sebagai dampak berbahaya dari batubara.

Sekam sukar dibakar dengan boiler konvensional karena kadar airnya tinggi. Energi panas sekam baru dapat dimanfaatkan secara ekonomis setelah munculnya boiler tipe bubbling fluidized bed, tabung pemasuk khusus untuk bahan bakar seperti limbah kayu, plywood, dan pulp. Pembangkit listrik sekam di Tailand menggunakan boiler baja berukuran radial 8 meter dan tingginya sekitar 25 meter.

Dalam pengoperasiannya, boiler mula-mula dijalankan dengan gas elpiji, satu jam kemudian boiler mencapai suhu kerja sekitar 900°C. Lalu secara mekanis tumpukan sekam didorong masuk ke dasar tungku, setiap jam diperlukan 12 ton sekam tanpa terputus. Sekam itu dibakar dengan bantuan udara yang disemburkan lewat pipa di dasar tungku sehingga suhunya mencapai sekitar 1000°C.

Kemudian dari bagian atas disemprotkan air, yang akan membentuk uap bersuhu sekitar 400o C, tekanan 35 bar, dan kecepatan aliran 13,9 kg/detik. Uap panas ini masuk ke super heater di atasnya, suhunya dikendalikan dan uapnya dibersihkan sesuai dengan keinginan, lalu dialirkan ke turbin untuk membuat listrik.

Retna Kusuma Astuti
Hello,,,I am a woman who like writing and cooking. i am a mother and a wife from beloved ones in my life. for elongate my passion, i write this learning material for you all. Happy Learning!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *